Steven Paul Jobs lahir di San Francisco, California, Amerika
Serikat, 24 Februari 1955 Ibu
Steve Jobs bernama Joanne Simpson dan ayah nya bernama Abdulfattah Jandali. . Sejak bayi Steve diadopsi Paul dan Clara Jobs dari
Mountain View,Santa Clara County California. Orang tua angkat inilah yang
memberikan nama Steven Jobs. Orang tua biologisnya kelak menikah dan memberinya
adik perempuan bernama Mona Simpson yang kini terkenal sebagai novelis. Jobs
menikahi Laurene Powell pada tanggal 18 Maret 1991 Keduanya dikaruniai
seorang putra dan dua putri.
Steve melewati masa SMP dan SMU di Curpetino, Califonia,
seringkali setelah jam sekolah mengajar di Hewlett Packard Company di Palo
Alto, California. Maka tak heran segera setelah itu ia dan Steve Wozniak segera
menjadi pekerja paruh waktu di perusahaan ini. Di tahun 1972, Jobs lulus dari
SMA Homestead di Cupertino, California dan diterima di Reed College di
Portland, Oregon, tapi dikeluarkan/ drop out setelah satu semester, Tapi ia segera mendaftar ke Reed
College. Di musim gugur tahun 1974, Steve kembali ke California dan mulai menghadiri
pertemuan "Homebrew Computer Club" dengan Steve Wozniak. Steve Jobs dan Wozniak bersama bekerja di Atari
Inc., sebuah perusahaan pembuat permainan komputer yang terkenal, dengan
jabatan sebagai perancang permainannya. Steve Jobs kemudian melakukan
perjalanan pencerahan spritual ke India bersama temannya di Reed College,
Daniel Kottke, yang kemudian hari menjadi pegawai Apple yang pertama pada
saat Steve kembali dari India dia
menjadi Buddhist.
Mulai Mendirikan Perusahaan
Apple Computer
Di tahun 1976, Jobs, usia 21, dan Wozniak, 26, mendirikan Apple Computer Co. di garasi milik keluarga Jobs. Komputer pribadi yang diperkenalkan Jobs and Wozniak diberi name Apple I. Komputer itu dijual dengan harga AS$666.66, sebagai referensi terhadap nomor telpon dari Wozniak's Dial-A-Joke machine, yang berakhir dengan -6666.
Di tahun 1977, Jobs dan
Wozniak memperkenalkan Apple II, yang menjadi sukses besar di pasaran rumah
tangga dan memberi Apple pengaruh besar di industri komputer pribadi yang masih
muda. Di tahun 1980, Apple Computer mencatatkan namanya di bursa efek, dan
dengan penawaran saham awal yang sukses, ketenaran Jobs bertambah. Tahun itu
juga, Apple Computer melepas Apple III, walaupun kesuksesannya tidak sebaik
sebelumnya.
Tahun 1978, Apple merekrut Mike Scott dari National Semiconductor untuk menjabat sebagai CEO yang
berujung pada tahun-tahun kelam. Tahun 1983, Steve Jobs berhasil memancing John Sculley keluar
dari Pepsi-Cola untuk
menjabat sebagai CEO Apple dengan menanyakan, Pada tahun berikutnya, Apple
menyiarkan iklan televisi Super Bowl berjudul
"1984". Pada
pertemuan pemegang saham tahunan Apple tanggal 24 Januari 1984, Jobs yang
emosional memperkenalkan Macintosh kepada
hadirin yang sangat antusias; Andy Hertzfeld menggambarkan suasana tersebut sebagai "pandemonium." Macintosh menjadi komputer kecil
pertama yang sukses secara komersial dengan antarmuka pengguna grafis.
Pengembangan Mac dimulai oleh Jef Raskin, dan diambil alih oleh Steve Jobs.
Meski Jobs digambarkan sebagai
direktur Apple yang persuasif dan karismatik, sejumlah karyawannya pada waktu
itu menggambarkannya sebagai manajer yang selalu berubah pikiran dan
temperamental. Penurunan penjualan di seluruh industri menjelang akhir 1984
mengakibatkan keretakan hubungan kerja Jobs dengan Sculley, dan pada akhir Mei
1985 – setelah ketegangan internal dan pengumuman PHK besar-besaran –
Sculley mengakhiri jabatan Jobs sebagai kepala divisi Macintosh
Kembali
ke Perusahaan Apple
Tahun 1996, Apple mengumumkan bahwa mereka
membeli NeXT senilai $429 juta. Persetujuan ini diakhiri
pada akhir 1996,sehingga
membawa Jobs kembali ke perusahaan yang ia dirikan bersama. Jobs menjadi kepala de
facto setelah CEO Gil Amelioditurunkan bulan Juli. Ia secara formal menjabat
sebagai pimpinan eksekutif interim pada September 1997. Pada bulan Maret
1998, demi mengonsentrasikan usaha Apple untuk mendapat laba, Jobs menghentikan
sejumlah proyek, seperti Newton, Cyberdog, dan OpenDoc. Dalam
bulan-bulan selanjutnya, banyak karyawan yang khawatir bertemu langsung Jobs di
dalam lift, "takut bahwa mereka kehilangan pekerjaan ketika pintu dibuka.
Kenyataannya adalah bahwa eksekusi kilat Jobs jarang terjadi, namun beberapa
korban sudah cukup untuk meneror seluruh perusahaan. Jobs juga mengubah
program lisensi untuk tiruan Macintosh,
sehingga para pembuat komputer harus mengeluarkan biaya mahal untuk terus
memproduksi barang.
Melalui pembelian NeXT, sebagian teknologi
perusahaan ini masuk dalam produk-produk Apple, terutama NeXTSTEP yang
kemudian berubah menjadi Mac OS X. Di bawah arahan Jobs, perusahaan
ini meningkatkan penjualannya dengan pesat melalui pengenalaniMac dan
produk-produk baru lain; sejak itu, desain menarik dan merek yang kuat telah
berjalan dengan baik untuk Apple. Pada Macworld Expo 2000, Jobs secara resmi
menghapus embel-embel "interim" dari gelar jabatannya di Apple dan
menjadi CEO permanen. Jobs berkelakar pada waktu itu bahwa ia akan memakai
gelar 'iCEO.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini
mulai bercabang, memperkenalkan dan memperbarui peralatan digital lain. Melalui
pengenalan pemutar musik portabel iPod,
perangkat lunak musik digital iTunes, dan iTunes Store, perusahaan ini merambah bidang elektronik
konsumen dan distribusi musik. Tahun 2007, Apple memasuki bisnis telepon
seluler melalui pengenalan iPhone, sebuah telepon seluler dengan
tampilan multi-sentuh yang
juga memiliki fitur iPod dan, dengan peramban web bergeraknya sendiri, berhasil
mengubah dunia peramban web bergerak. Dengan terus mendorong inovasi, Jobs juga
mengingatkan karyawannya bahwa "seniman sejati mengirimkan karyanya yang
berarti bahwa mengirimkan produk pada waktunya sama pentingnya seperti inovasi
dan desain menarik.
Jobs dikagumi juga dikritik atas kemampuan
persuasi dan kewirausahaannya yang berjalan sempurna, yang dijuluki sebagai
"kawasan pengalihan kenyataan" dan terbukti selama pidato
intisari pada Macworld Expos dan
Apple Worldwide
Developers Conferences.
Tahun 2005, Jobs menanggapi kritik atas
program daur ulang Apple yang buruk untuk sampah
elektronik di AS dengan mengecam pendukung lingkungan dan
pendukung lainnya pada Pertemuan Tahunan Apple di Cupertino bulan April.
Tetapi, beberapa minggu kemudian, Apple mengumumkan bahwa mereka akan menarik
iPod secara gratis di toko-toko ecerannya. Computer
TakeBack Campaign ditanggapi dengan pengusungan iklan dari
pesawat di atas acara kelulusan Universitas Stanford tempat Jobs menjadi
pembicara utamanya. Iklan tersebut bertuliskan "Steve — Don't be
a mini-player recycle all e-waste". Tahun 2006, ia terus memperluas
program pendauran ulang Apple kepada setuap pengguna AS yang membeli Mac baru.
Program ini meliputi pengiriman dan "pembuangan ramah lingkungan"
sistem lama mereka.
Kematian
Steve Jobs
Jobs meninggal dunia di rumahnya pada tanggal 5 Oktober
2011 akibat komplikasi kanker pankreas bentuk langka, Jobs
meninggalkan Laurene, istrinya selama 20 tahun, tiga anak mereka dan Lisa Brennan-Jobs, putri Jobs dari hubungan sebelumnya.
Masalah
Yang Pernah Dihadapi Steve Jobs dan Cara Mengatasi :
1.
Jobs
memiliki pikiran yang terbuka mengenai ide-ide baru dan juga kemauan untuk
membawa ide-ide tersebut ke dalam suatu tahapan yang tidak biasa. Terkadang,
pandangan eksperimental orang sekitar tidak menyetujui akan hal tersebut.
Selama studinya di Reed College dan studi-studi lainnya,
Jobs belajar mengenai kaligrafi, yang tentunya
menyangkut dengan Islam di negara-negara Timur. Tetapi Jobs yang
pada saat itu mengalami putus kuliah yang membuat diri nya dilihat rendah oleh
beberapa masyarakat karena pendidikan Steve yang tidak selesai , sehingga Ia berusaha dengan cara terus mencari guru – guru hingga Ia memutuskan pergi ke India pada tahun 1974 dan
mentor pula untuk membantu menumbuhkan keahliannya. Sehingga salah prasangka
jika Jobs bisa sukses dengan mudah meski keluar dari kampusnya.
2.
Pahit dan getirnya kegagalan juga
pernah bersama-sama dihadapi oleh dua orang bernama Steve tersebut. Usaha
mereka tidak berjalan mulus hingga keduanya pernah kehabisan uang ketika
mengembangkan komputer Apple pertama mereka.
Kendati demikian, Steve Jobs sama sekali tak menyerah pada keadaan. Ia justru menjual mobil vannya, sedangkan Steve Wozniak menjual kalkulator grafik miliknya. Pengorbanan harus dilakukan sebagai wujud sikap pantang menyerah.
Satu hal yang benar-benar menjadi prinsip Steve Jobs dalam hidup, bahwa ia selalu ingat dengan yang namanya kematian. Baginya, mengingat kematian adalah hal yang paling penting dalam membuat keputusan besar dalam hidup.
Alasannya sederhana, menurut Steve Jobs orang yang ingat pada kematian akan menghilangkan harapan, kebanggaan, rasa takut, malu atau kegagalan sekali pun. Bila kamu merasakan kemelut dalam hati, ingat bahwa hidup ini singkat.
Kendati demikian, Steve Jobs sama sekali tak menyerah pada keadaan. Ia justru menjual mobil vannya, sedangkan Steve Wozniak menjual kalkulator grafik miliknya. Pengorbanan harus dilakukan sebagai wujud sikap pantang menyerah.
Satu hal yang benar-benar menjadi prinsip Steve Jobs dalam hidup, bahwa ia selalu ingat dengan yang namanya kematian. Baginya, mengingat kematian adalah hal yang paling penting dalam membuat keputusan besar dalam hidup.
Alasannya sederhana, menurut Steve Jobs orang yang ingat pada kematian akan menghilangkan harapan, kebanggaan, rasa takut, malu atau kegagalan sekali pun. Bila kamu merasakan kemelut dalam hati, ingat bahwa hidup ini singkat.
